Rabu, 03 Maret 2021

OPINI PUBLIK DAN PROPAGANDA

Proses terbentuknya Opini Publik. Timbulnya opini publik meliputi dua sebab, yaitu direncanakan atau tidak direncanakan. Sebuah opini yang tidak direncanakankemunculannya dikeluarkan karena memang tidak mempunyai tujuandan target tertentu. Sedangkan opini yang direncanakan makakeorganisasian, media, target tertentu yang menjadi sasaran akan menjadi jelas.[1]

Karateristik utama opini :

a.       Mempunyai arah

b.      Mempunyai content

c.       Stabil

d.      Mempunyai intensitas

Pemimpin opini adalah pribadi-pribadi tertentu yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain dalam perilaku opini (opinion behaviour) melalui cara-cara atau jalan yang disukai oleh orang-orang yang dipengaruhi tersebut.

Faktor Pembentuk Opini Publik       

1.      Berkomunikasi dengan dunia luar

2.      Accessibility

3.      Status Sosial

4.      Inovatif

Propaganda

Propaganda merupakan komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan di dalam suatu organisasi.”[2]

Jenis-jenis Propaganda :

1.      Propaganda Tertutup, sumber propaganda ini tertutup sehingga tidak diketahui siapa sumbernya

2.      Propaganda Terbuka, sumber propaganda ini disebutkan dengan jelas dan secara terbuka

3.      Propaganda Tertunda, sumber propaganda ini pada mulanya dirahasiakan, tetapi lambat laun terbuka dan jelas.[3]

Tipologi Propaganda

1.      Propaganda politik

2.      Propaganda sosial

3.      Propaganda agitasi

4.      Propaganda integrasi

5.      Propaganda vertical

6.      Propaganda horizontal

Persamaan propaganda, periklanan dan retorika

1.      Sama-sama purposive, kesengajaan

2.      Menyangkut pengaruh

3.      Terdiri dari hubungan timbal balik ketimbang mendikte

4.      Menghasilkan perubahan dalam persepsi pribadi, keyakinan, nilai-nilai, dan ekspektasi

Perbedaan propaganda, periklanan dan retorika

1.      Penyampaian pesan terjadi antara satu orang kepada banyak orang atau penekanan dua arah

2.      Masing-masing pendekatannya berbeda. Apakah pendekatan yang berorientasi pada individu-individu atau kelompok

3.      Fokus berbeda

 



[1] https://repository.unimal.ac.id. (Kamaruddin Hasan, Propaganda dan Opini Public)

[2] Nimmo, Dan, Komunikasi Politik, Bandung: Remaja Rosdakarya. 1989

                                                                                                                         

[3] Mohammad Shoelhi, Propaganda dalam komunikasi internasional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 2012

KHALAYAK KOMUNIKASI POLITIK

Karateristik Khalayak Politik

1. Khalayak merupakan peran yang sifatnya sementara

2. Menjadi tujuan disampaikannya suatu pesan politik

3. Dapat berubah menjadi sumber atau komunikator politik saat ia memprakarsai penyampaian pesan politik

Publik Umum

Merupakan komunitas masyarakat kebanyakan yang seringkali menerima informasi politik secara selintas. Biasanya meliputi lebih dari separuh penduduk. Yang  dalam kenyataannya jarang berkomunikasi dengan para pembuat kebijakan.

Public Attentive

The Attentive Public adalah lapisan masyarakat yang berperhatian. Lapisan masyarakat yang menaruh minat pada perkembangan politik. Publik attentive merupakan khalayak utama (key audience) dalam komunikasi politik, karena lapisan publik inilah yang berperan sebagai saluran komunikasi antar pribadi dalam arus pesan timbal balik antara pemimpin politik dengan publik umum. Para politisi biasanya mempersepsikan gelombang arus opini di kalangan publik attentive sebagai representasi dari apa yang diyakini, dinilai, dan diharapkan oleh publik umum (yang kurang berperhatian kepada politik semasa periode di antara dua pemilu). Dengan kata lain, khalayak yang mempunyai perhatian itu merupakan lapisan masyarakat yang berkemauan untuk mengikuti dalam perkembangan politik yang berlangsung.[1]

Peran Penting Public Attentive dalam Proses Opini 

   1.Berperan sebagai saluran komunikasi antar pribadi dalam arus pesan  yang timbal balik antara para pemimpin politik dengan publik umum. Publik atentif ini merupakan khalayak utama baik bagi komunikator massa maupun komunikator organisasional 

    2.Publik attentitive menyertai para pemimpin politik sebagai pembawa konsensus politik

   3.Public attentive membentuk surrogate electorate atau pemilih bayangan  dalam periode antara masa pemilih. Para politisi biasanya  mempersepsikan  gelombang arus opini di kalangan publik atentif sebagai representasi dari apa yang diyakini, dinilai, dan diharapkan oleh publik umum. 

 

 

 

 



[1] Fitri. Seberkas Catatan Fitri. Makalah Khalayak Komunikasi Politik. 2013

Komunikator dan Saluran Komunikasi


Komunikator Politik adalah orang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan poltik yang biasanya berkaitan dengan kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, aturan pemerintah, kewenangan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak baik itu verbal atau non verbal. Menurut Leonard komunikator politik dapat dikategorikan dalam tiga tipologi: (1) poli­tikus atau disingkat "pols"; (2) komunikator profesional atau "pross"; dan (3) aktivis atau disingkat "voz's". [1]

Tipologi Komunikator

  1. Politisi. Politikus sebagai wakil: yakni komunikator politik yang menjadi perwakilan artikulazi  kepentingan politik dari individu atau  kelompok
  2. Professional, komunikator yang  secara profesional dan melembaga turut mempublikasikan isu, opini, publik, dan fakta politik yang dapat diakses  oleh masyarakat luas.
  3. Aktivis, komunikator politik yang mewakili kelompok-kelompok di masyarakat  dalam hal menyuarakan  tuntutan, desakan,  dan masukan  kepada  suprastruktur politik

Birokrat

Adalah anggota suatu birokrasi yang merupakan suatu organisasi dengan tugas melaksanakan suatu kebijaksanaan (policy) yang ditentukan oleh pembuat kebijaksanaan (policy maker).

Karakteristik Birokrat sebagai komunikator politik :

1.      Bersifat kaku karena terikat dan tunduk dengan fungsi utamanya sebagai implementator yang harus mengimplementasikan kebijaksanaan yang telah dibuat oleh policy maker

  1. Menekankan pada ketentuan-ketentuan prosedural, dalam hal ini pola aktivitasnya menyesuaikan dengan juklak dan juknis yang berlaku
  2. Memiliki kerangka berpikir yang khas sebagai pejabat pemerintah

Saluran Komunikasi Politik

  1. Struktur wawanmuka (face to face) informal
  2. Struktur sosial tradisional
  3. Struktur masukan (input) politik
  4. Struktur keluaran (output) politik
  5. Media massa

 

Karateristik Masyarakat Tradisional

1.      Tidak terorganisir sebagai suatu sistem yang jelas terbedakan dari proses-proses sosial yang lain

  1. Mereka berpartisipasi dalam proses komunikasi tsb. Melakukannya atas dasar posisi sosial atau politik yang diduduki oleh yang bersangkutan dalam masyarakatnya dan sepenuhnya menurut ikatan pribadi mereka
  2. Informasi biasanya mengalir mengikuti garis hierarki sosial atau menurut pola yang telah tertentu berdasarkan hubungan sosial pada setiap komunitas
  3. Proses komunikasi tsb tidak independen dari aturan hubungan sosial ataupun isi komunikasi yang disampaikan

 

Fungsi Partai Politik

Fungsi utama partai politik ialah mencari dan mempertahankan  kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Fungsi-fungsi partai antara lain:

  1. Sosialisasi politik: proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat
  2. Rekrutmen politik : seleksi dan pemilihan atau seleksi atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya

Media Massa

Media memiliki efek politik dalam suatu kelangsungan sistem politik. Paling tidak kekuatan media ini bersumber pada tiga hal:

  1. struktural: bersumber dari kemampuannya menyediakan khalayak bagi para politisi
  2. Psikologis: akar psikologis bersumber pada hubungan kepercayaan (credibility) dan keyakinan yang diperoleh oleh organisasi media dari khalayak
  3. Normatif : bersumber pada prinsip-prinsip demokrasi mengenai kebebasan menyatakan pendapat

 

 

 

 



[1] Lihat Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi, Henry Subiakto Rachmah Ida. hal 24.

OPINI PUBLIK DAN PROPAGANDA