Rabu, 03 Maret 2021

Komunikator dan Saluran Komunikasi


Komunikator Politik adalah orang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan poltik yang biasanya berkaitan dengan kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, aturan pemerintah, kewenangan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak baik itu verbal atau non verbal. Menurut Leonard komunikator politik dapat dikategorikan dalam tiga tipologi: (1) poli­tikus atau disingkat "pols"; (2) komunikator profesional atau "pross"; dan (3) aktivis atau disingkat "voz's". [1]

Tipologi Komunikator

  1. Politisi. Politikus sebagai wakil: yakni komunikator politik yang menjadi perwakilan artikulazi  kepentingan politik dari individu atau  kelompok
  2. Professional, komunikator yang  secara profesional dan melembaga turut mempublikasikan isu, opini, publik, dan fakta politik yang dapat diakses  oleh masyarakat luas.
  3. Aktivis, komunikator politik yang mewakili kelompok-kelompok di masyarakat  dalam hal menyuarakan  tuntutan, desakan,  dan masukan  kepada  suprastruktur politik

Birokrat

Adalah anggota suatu birokrasi yang merupakan suatu organisasi dengan tugas melaksanakan suatu kebijaksanaan (policy) yang ditentukan oleh pembuat kebijaksanaan (policy maker).

Karakteristik Birokrat sebagai komunikator politik :

1.      Bersifat kaku karena terikat dan tunduk dengan fungsi utamanya sebagai implementator yang harus mengimplementasikan kebijaksanaan yang telah dibuat oleh policy maker

  1. Menekankan pada ketentuan-ketentuan prosedural, dalam hal ini pola aktivitasnya menyesuaikan dengan juklak dan juknis yang berlaku
  2. Memiliki kerangka berpikir yang khas sebagai pejabat pemerintah

Saluran Komunikasi Politik

  1. Struktur wawanmuka (face to face) informal
  2. Struktur sosial tradisional
  3. Struktur masukan (input) politik
  4. Struktur keluaran (output) politik
  5. Media massa

 

Karateristik Masyarakat Tradisional

1.      Tidak terorganisir sebagai suatu sistem yang jelas terbedakan dari proses-proses sosial yang lain

  1. Mereka berpartisipasi dalam proses komunikasi tsb. Melakukannya atas dasar posisi sosial atau politik yang diduduki oleh yang bersangkutan dalam masyarakatnya dan sepenuhnya menurut ikatan pribadi mereka
  2. Informasi biasanya mengalir mengikuti garis hierarki sosial atau menurut pola yang telah tertentu berdasarkan hubungan sosial pada setiap komunitas
  3. Proses komunikasi tsb tidak independen dari aturan hubungan sosial ataupun isi komunikasi yang disampaikan

 

Fungsi Partai Politik

Fungsi utama partai politik ialah mencari dan mempertahankan  kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Fungsi-fungsi partai antara lain:

  1. Sosialisasi politik: proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat
  2. Rekrutmen politik : seleksi dan pemilihan atau seleksi atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik pada umumnya dan pemerintah pada khususnya

Media Massa

Media memiliki efek politik dalam suatu kelangsungan sistem politik. Paling tidak kekuatan media ini bersumber pada tiga hal:

  1. struktural: bersumber dari kemampuannya menyediakan khalayak bagi para politisi
  2. Psikologis: akar psikologis bersumber pada hubungan kepercayaan (credibility) dan keyakinan yang diperoleh oleh organisasi media dari khalayak
  3. Normatif : bersumber pada prinsip-prinsip demokrasi mengenai kebebasan menyatakan pendapat

 

 

 

 



[1] Lihat Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi, Henry Subiakto Rachmah Ida. hal 24.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPINI PUBLIK DAN PROPAGANDA