Rabu, 03 Maret 2021

Definisi dan Ruang Lingkup Komunikasi Politik

Definisi komunikasi mengacu kepada pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan. Sedangkan kata politik diambil dari kata latin “politicus” dan “politicos” (dari bhs. Yunani – Greek) yang berarti “relating to a citizen”, kedua kata tsb berasal dari kata “polis” yang berarti “city” (kota).

Secara terminology, Menurut Sasa Djuarsa Sandjaja komunikasi adalah suatu proses melalui seorang komunikator menyampaikan stimulus yang bertujuan mengubah atau membentuk prilaku orang lain. (Hovland, Janis & Kelley, 1953)

Sehingga dapat disimpulkan Komunikasi Politik ialah upaya sekelompok manusia yang mempunyai orientasi, pemikiran politik, atau ideologi tertentu dalam rangka menguasai atau memperoleh kekuasaan. Adapun faktor pengaruh perilaku politik terbagi 4, yaitu :

a.       Faktor lingkungan sosial politik tak langsung . Co: sistem politik, sistem ekonomi, sistem     budaya,     dan media massa

b.   Faktor lingkungan sosial politik langsung yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian aktor politik. Co: keluarga, agama, sekolah, kelompok pergaulan

c.       Struktur kepribadian yang tercermin pada sikap. Co: kepentingan, penyesuaian diri, dan pertahanan diri

d.   Faktor sosial politik langsung yang berupa situasi yaitu keadaan yang mempengaruhi aktor secara langsung dalam melakukan kegiatan.

Unsur-unsur Komunikasi Politik

1.      Komunikator

Komunikator dalam proses Komunikasi politik memainkan peran sebagai pembentuk opini publik. Sedangkan pesan adalah pembicaraan-pembicaraan sebagai proses negosiasi yang bertujaun membentuk pengertian bersama antara berbagai pihak tentang bagaimana sikap seharusnya yang harus diperankan setiap pihak dan bagaimana bertindak terhadap sesamanya. Dari sini, isi komunikasi politik seharusnya tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan tetapi juga kemungkinan terjadinya konflik.

2.      Pesan

Dalam kegiatan komunikasi politik diklasifikasikan Nimmo menjadi tiga hal. Pertama adalah pembicaraan tentang kekuasaan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain dengan janji dan ancaman. Kedua, pembicaraan pengaruh. Pesan dalam komunikasi politik dimaksudakan untuk mempengaruhi khalayak dengan berbagai cara antara lain: nasehat, dorongan, permintaan, dan peringatan. Dan ke tiga, pembicaraan autoritas. Pesan dari pembicaraan autoritas adalah memberi perintah.[1]

3.      Media

Nimmo mengajukan tiga jenis media komunikasi yang digunakan dalam kegiatan komunikasi politik. Ketiga jenis media tersebut adalah: media massa, media komunikasi inter personal dan media komunikasi organisasi.

4.      Khalayak

Khalayak dibagi atas khalayak yang terorganisir, tidak terorganisir dan khalayak umum (khalayak banyak) serta publik kepemimpinan. Khalayak terorganisasi terbagi dalam tiga kelompok, publik atentif, publik berpikiran isu dan publik ideologis.Publik atentif merupakan kumpulan warga negara yang dibedakan berdasarkan tingkatnya dalam keterlibatan politik, informasi, perhatian dan berpikiran kewarganegaraan.[2]

Fungsi Kompol

a.       Sebagai cara/teknik penyerahan tuntutan dan dukungan sbg input dari sistem politik co: dalam rangka artikulasi kepentingan

b.      Sebagai penghubung pemerintah dan rakyat

c.        Untuk menjalankan fungsi sosialisasi politik pada rakyat

d.      Untuk memberi ancaman agar terjadi kepatuhan

e.       Untuk mengkoordinir tata nilai politik yang dinginkan sehingga mencapai homogenitas yg tinggi. Homogenitas nilai nilai politik amat menentukan stabilitas politik

f.       Untuk kontrol sosial dalam memelihara  idealisasi sosial dan keseimbangan politik

Tokoh Pengembang Kompol

Beberapa tokoh yang sangat berperan dalam komunikasi politik :

a.       H.D.Lasswell

b.      I Desola Pool

c.       V. O key

d.      Gabriel Almond

Dalam proses politik, terlihat kemudian posisi penting komunikasi politik terutama sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan. Proses ini berlangsung di semua tingkat masyarakat di setiap tempat yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi di antara individu-individu dengan kelompok-kelompoknya. Sebab dalam kehidupan bernegara, setiap individu memerlukan informasi terutama mengenai kegiatan masing-masing pihak menurut fungsinya. Jadi dalam kerangka fungsi seperti ini, Rush dan Althoff mendefinisikan komunikasi politik sebagai: Proses dimana informasi politik yang relevan diteruskan dari suatu bagian sistem politik kepada bagian lainnya, dan diantara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. [3]

 



[1] Onong Uchyana Effendi, Dinamika Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000)

[2] Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Politik Hubungan Antara Khalayak dan Efek, sebuah pengantar dalam Dan Nimmo, Komunikasi Khalayak dan Efek.(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001),

[3] Rush dan Althoff, 1997, Pengantar Sosial Politik. Raja Grafindo, Jakarta),

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OPINI PUBLIK DAN PROPAGANDA